Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Oh iya, ngomong-ngomong dimanakah letak potensi kita? Dan bagaimana kita bisa mendobraknya?
Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya.
Lalu apa sebenarnya manfaat kita mendobrak potensi yang kita miliki. Dan potensi apa yang perlu kita dobrak. Mengapa kita perlu mendobraknya. Merupakan kondisi yang perlu sama-sama kita pecahkan disini. Pekerjaan ini, tentu saja membutuhkan komitmen tinggi, agar kita dapat merealisasikannya. Jika dobrakan yang kita lakukan separuh hati, maka daya ungkitnya-pun tidak akan menonjol dan sebesar apa yang kita harapkan.
Sama dengan hukum bola pingpong. Semakin kuat kita melemparkannya, maka semakin kuat pula ia memantulkannya. Begitupun dengan masalah dobrak mendobrak. Apalagi yang mau kita dobrak adalah mental kita sendiri.
Ratapan yang tersebar disekitar kita, merupakan refleksi lemahnya daya ungkit terhadap potensi diri. Yang paling sering saya temui dalam aktifitas sehari-hari selama ini, dan saya yakin sebagian dari andapun merasakannya. Yaitu lemahnya pengharapan terhadap sesuatu hal, yang sebenarnya sangat kita inginakan. Paling sering adalah pengharapan palsu. Pengharapan yang tidak dilandasi pondasi mental yang kuat.
Pengharapan palsu yang saya maksud adalah, pengharapan yang tidak diiringi dengan tindakan nyata. Suatu keadaan yang diidam-idamkan, namun enggan membayar harganya. Jadilah impian itu hanya berada dalam lamunan kita.
Memang terkadang kita perlu memaklumi sebuah situasi yang umum terjadi di tengah-tengah kehidupan kita. Sebagai contoh, seorang pekerja disebuah perusahaan swasta yang tidak mengalami kenaikan gaji maupun peningkatan level dalam bidangnya. Kenapa kondisi itu bisa terjadi, apa sebenarnya yang menyebabkannya?
Apakah karena perusahaan tempat ia bekerja tidak didukung dengan system yang bagus? Perusahaannya tidak mengalami kemajuan, atau mungkin dari individu si pekerja itu sendiri?
Tak jarang orang yang mengalaminya, menuding bahwa faktor perusahaan tempat ia bekerja adalah penyebab ia mengalami kualitas karir yang statis. Tidak adanya promosi, tidak ada kesempatan, pilih kasih dan sebagainya.
Padahal kalau saja kita berani jujur, factor internal dari pekerja tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terhambatnya peningkatan level yang diharapkan. Sang individulah yang seharusnya menggerakkan diri untuk berbuat, merubah keadaan.
Seperti yang saya katakan tadi. Potensi diri terdiri dari dua kekuatan, positif dan negatif. Keduanya terkadang berjalan bersamaan dan saling melengkapi. Sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana sikap positif dan mana sikap negatif kita. Keduanya sudah menyatu menjadi sebuah karakter yang kuat, membentuk pribadi seperti apa diri kita sekarang.
Tak jarang kita berlindung dibalik sifat negatif yang sudah kita rasionalkan. Kita mendebat orang yang berfikiran tidak sejalan dengan kita. Menutup diri terhadap pemikiran-pemikiran yang memiliki potensi luar biasa untuk berubah.
Seandainya saja kita memiliki kemauan dan komitmen tinggi untuk berubah, saya yakin kita dapat mendobraknya. Dengan modal kekuatan pengetahuan yang kita milliki. Dan kemauan besar untuk membuka diri. Saya yakin, kita bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki selama ini.
Baiklah, jika anda serius ingin melakukan itu. Berikut cara praktis untuk mendobrak potensi diri.
Renungkanlah Pertama-tama merenunglah. kenali kembali diri anda yang selam ini lepas kendali. Akui segala kelemahan, yang selama ini hangat dalam dekapan fikiran anda.gali nilai-nilai spiritual anda.
Berikan alasan Sukses adalah akibat yang ingin anda raih. Maka berikanlah alasan yang mampu menggerakkan hati anda untuk bertindak.
Miliki Komitmen untuk berubah Penting sekali memiliki komitmen, tanpa itu, kita tidak memiliki kontrol diri untuk melakukan apa yang sudah kita tetapkan.
Tanggungjawab Terimalah segala akibatnya. Jika berhasil terimalah dengan suka cita. Jika gagal terimalah sebagai dorongan untuk bangkit kembali.
Pertahankan Jika semuanya telah berjalan dengan sempurna, maka pertahankanlah keberhasilan anda. jika perlu, tingkatkanlah.
Apakah cara praktis ini terasa sulit? Jika anda menjawab iya. Maka pertanyaan selanjutnya. Apakah anda ingin terus-terusan mengalami kemerosotan mental. Sehingga anda tidak mendapatkan apa yang paling anda inginkan dalam hidup ini? Jika jawabannya masih iya. Sebuah pernyataan yang patut anda renungkan.
Melakuakan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, sama-sama memiliki potensi terhadap perkembangan mental anda.
Tidak melakukan sesuatu, berpotensi menguatkan kondisi seperti apa anda sekarang.
melakukan sesuatu, berpotensi menghantarkan pada apa yang anda cita-citakan dimasa yang akan datang.
Atau anda masih punya pendapat lain? Silahkan berkomentar…..
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Februari 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
Selalu Percaya : Hidup Adalah Anugerah...
.jpg)
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaan yang dimilikinya.
Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya.
Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya.
Sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.
Kekasihnya bertanya,"Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta.
Dia menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata
saya."
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat
status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat
bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat
terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan
menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hidup adalah Anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar.
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu.
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu.
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan yang telah kehilangan pasangan hidupnya.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatkannya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan
atau menyapu lantai
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan
karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.
NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!
Syukuri Kekurangan Diri!!!

Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan tertentu. Baik dalam segi fisik, rupa, meteri, dll. Sifat kita lemah dan tidak memiliki kemampuan apapun untuk berkehendak sesuai yang diinginkan dihadapan Allah. Misalnya kita kepingin tampan atau cantik, gagah dan kaya seperti yang di idamkan. Allah Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui atas apa yang diciptankan-Nya. Kita tidak ada pilihan apalagi untuk mempermasalahkannya dalam hal ini. Memang begitulah Allah menjadikan manusia agar tidak menjadi sombong. Disinilah dituntut untuk sabar dan bersyukur atas apa yang di anugrahkan kepada setiap hamba-Nya. Sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat, dengar dan rasa.
Terkadang merasa rendah diri ketika melihat kekurangan yang ada pada diri atau minder sering kali terjadi, maka salah satu caranya adalah anggap semua itu sebagai suatu kelebihan yang tidak dimiliki pada orang yang diberikan kelebihan tersebut. Kita ambil contoh, apakah kita mengira ketampanan ataupun kecantikkan itu sentiasa membawa kebahagiaan? Kekayaan menjadi tolak ukur bahagia ? Jawabannya tidak selalu cantik atau tampan dan kaya itu bahagia. Biasanya ketakutannya pun akan lebih dominan terhadap keburukan yang akan menimpa.
Berapa banyak orang cantik yang resah ketika muncul jerawat satu saja di wajahnya. Karena apa, orang cantik fobia menjadi buruk. Bagi orang yang tidak pandai bersyukur, hal ini selalu dapat menyusahkan dirinya dibandingkan dengan mereka yang kurang cantik. Padahal muda, cantik dan menjadi tua adalah sesuatu yang pasti terjadi. Lalu bagaimana perasan orang cantik menghadapi hari tua mereka, bukankah rasa resah lebih menyelimuti, tidak menarik dan kehilangan kecantikan yang selalu terbayang?
Banyak kita saksikan di media cetak maupun elektronik, kisah kehidupan wanita cantik yang selalu dipenuhi onak dan duri. Jika tanpa di bekali Iman dan taqwa maka dapat terjerumus kedalam kemaksiatan. Ketahuilah bahwa semua kelebihan yang dimiliki itu juga merupakan ujian dari Allah kepada hambanya. Disadari atau tidak bagi mereka yang gagal memahami kelebihan pada dirinya atau kecantikan yang diberikankan Allah bisa menyebabkan diri cenderung untuk membanggakan diri. Sehingga bagi yang mempunyai kekurangan diri hal ini merupakan cambuk karena kesempatan untuk membanggakan diri itu kecil sekali.
Bagaimana sekarang kita agar dapat merasa cukup dan bahagia atas semua yang telah Allah berikan kepada kita yaitu dengan Bersyukur. Cara bersyukur yaitu dengan menjalankan semua yang diperintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Memandang dalam hal dunia selalu dengan melihat kebawah sedang masalah akhirat (Ilmu dan amal) selalu memandang keatas. Serta meyakini takdir baik dan buruk datangnya dari Allah yang menggemgam diri ini. Allah tidak memandang kaya atau miskin, cantik atau jelek, tetapi yang dipandang adalah ke-taqwa-an nya.
Oleh karena itu bahwa orang cantik, orang gemuk, orang kurus, orang pendek, orang cacat, orang miskin semua itu hanyalah ukuran manusia. Bersyukurlah atas semua apa yang telah Allah anugrahkan kepada kita. Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dan kekhilafan hanya milik hanba-Nya.
Selasa, 29 Desember 2009
THE POWER OF POSITIVE THINKING
Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?”
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum’at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum’at?”
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.”
“Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.”
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita’ di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah’ dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
Berpikir Mungkin.
Kata `mungkin’ ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan.
Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin’, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Selamat berpikir positif.
Sukses untuk kita semua.
Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?
Melihat Positif.
Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?”
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum’at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum’at?”
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.”
“Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.”
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita’ di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah’ dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
Berpikir Mungkin.
Kata `mungkin’ ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan.
Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin’, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Selamat berpikir positif.
Sukses untuk kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)